BANDUNG — Seorang anak menjadi korban pembegalan di kawasan Arcamanik, Kota Bandung, pada 4 Juli 2026. Kejadian ini memicu respons cepat dari Pemerintah Kota Bandung yang berkoordinasi intensif dengan kepolisian untuk menuntaskan kasus tersebut.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan memastikan korban mendapat penanganan medis optimal di Rumah Sakit Hasan Sadikin. Orang tua korban yang berasal dari luar kota kini telah tiba di Bandung untuk mendampingi buah hati mereka.
Kasus ini berada di bawah penyelidikan Satreskrim Polrestabes Bandung melalui tim Resmob. Sambil menunggu perkembangan penyelidikan, pemerintah kota mengimbau masyarakat untuk memperkuat Sistem Keamanan Lingkungan sebagai langkah pencegahan.
Respons Cepat Pemkot dan Kondisi Terkini Korban
Farhan menyatakan telah berkomunikasi langsung dengan direksi RSHS terkait kondisi korban. “Alhamdulillah, banyak juga bantuan dari para dermawan. Kami memastikan penanganan korban yang kini memasuki fase kedua operasi berjalan baik,” ujarnya, Senin (27/7/2026).
Korban diketahui masih memerlukan operasi lanjutan akibat luka berat yang dialaminya. Pemerintah kota berkomitmen penuh mengawal proses pemulihan hingga tuntas.
Sinergi Polisi dan Masyarakat dalam Pemberantasan Kriminalitas
Menanggapi maraknya aksi kriminal, Farhan menekankan pentingnya Siskamling sebagai bentuk kolaborasi antara pemerintah, aparat keamanan, dan warga. “Ini bukan pemerintah melepas tanggung jawab, tetapi mengajak masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan warga untuk selalu berkomunikasi dengan keluarga yang beraktivitas di luar rumah, terutama malam hari. Seluruh layanan darurat—110 untuk polisi, 112 untuk pengaduan darurat, 113 untuk pemadam kebakaran, dan 119 untuk ambulans—dipastikan siaga 24 jam.
Dukungan terhadap Program Reward dan Larangan Main Hakim Sendiri
Farhan menyatakan dukungan terhadap kebijakan Gubernur Jawa Barat yang memberikan hadiah bagi pemberi informasi pelaku begal. Namun ia menekankan, “Jangan main hakim sendiri. Jangan dipukuli apalagi sampai dibunuh. Serahkan semuanya kepada aparat penegak hukum.”
Ancaman Minuman Keras Ilegal dan Narkoba di Balik Kasus
Dalam patroli malam, Farhan menemukan sekelompok pemuda mabuk di pos kamling kawasan Braga. Temuan ini mengindikasikan peredaran miras ilegal dan narkoba masih menjadi ancaman serius. Pemkot Bandung pun berkoordinasi dengan BNN Kota dan Provinsi untuk memetakan wilayah rawan.
“Modus seperti ini memang tidak mudah diungkap, tetapi bersama aparat penegak hukum mudah-mudahan bisa segera diberantas,” pungkas Farhan.











