Beranda / Hukum & Kriminal / Tragedi di Jalan Raya Sundawenang: Satu Meninggal, Satu Selamat Usai Terlindas Truk Saat Menyalip

Tragedi di Jalan Raya Sundawenang: Satu Meninggal, Satu Selamat Usai Terlindas Truk Saat Menyalip

Tragedi di Jalan Raya Sundawenang Satu Meninggal, Satu Selamat Usai Terlindas Truk Saat Menyalip

SUKABUMI — Sebuah insiden memilukan terjadi di ruas Jalan Raya Sundawenang, Parungkuda—Kabupaten Sukabumi, pada Kamis sore. Dua pengendara sepeda motor yang berusaha menyalip sebuah truk kontainer berakhir dengan kecelakaan fatal. Satu nyawa melayang, sementara pengendara lainnya lolos dari maut.

Korban meninggal dunia adalah Gatot Supriadi, 59 tahun, warga setempat yang sehari-hari bekerja sebagai pedagang keliling. Pria yang mengendarai Honda Supra X bernomor polisi F 2972 UX tersebut tewas di lokasi kejadian setelah terlindas roda belakang truk. Sementara itu, Sahrul Selamet, 26 tahun, pengendara Honda Beat B 4717 TMR yang berada di depannya, hanya mengalami luka ringan meski sempat terseret masuk ke kolong truk.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Sukabumi, Ipda Wangsit Edhi Wibowo, memberikan keterangan resmi terkait kronologi kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 16.30 WIB itu.

Kronologi Detik-Detik Maut yang Diabadikan Saksi Mata

Menurut hasil penyelidikan sementara, kedua korban melaju beriringan dari arah Kota Sukabumi menuju Bogor. Saat mendekati sebuah truk kontainer Mercedes-Benz bernomor polisi B 9634 UIV yang melaju lebih lambat, keduanya berupaya melakukan manuver menyalip.

“Diduga motor Supra X yang dikendarai Gatot menyentuh bagian belakang motor Beat milik Sahrul. Akibatnya, kedua sepeda motor kehilangan kendali dan jatuh ke sisi kiri jalan, tepat di lajur truk,” papar Ipda Wangsit.

Posisi Gatot yang jatuh lebih dahulu berada di lintasan ban belakang kanan truk. Ia langsung terlindas dan mengalami cedera kritis di bagian kepala. Warga sekitar yang menyaksikan kejadian tersebut mengaku tidak sempat bereaksi.

“Saya lihat motor jatuh, lalu terdengar teriakan. Begitu sadar, korban sudah di bawah roda truk,” kata Asep, seorang saksi yang kebetulan berada di lokasi.

Faktor Jalan yang Sempit Diduga Berperan

Kondisi jalan di lokasi kejadian memang relatif sempit dengan dua lajur berlawanan arah. Truk kontainer yang berukuran besar memakan hampir seluruh lajur, sehingga ruang untuk menyalip sangat terbatas. Belum lagi, kontur jalan yang sedikit menanjak di titik tersebut membatasi jarak pandang pengendara.

Kanit Wangsit menambahkan bahwa kecepatan kedua sepeda motor juga sedang diselidiki. “Apakah ada faktor kecepatan berlebih atau tidak, masih kami kaji lebih lanjut bersama bukti di lapangan,” ujarnya.

Hingga saat ini, polisi masih memeriksa sopir truk untuk dimintai keterangan lebih lengkap. Truk kontainer tersebut diamankan di Polsek Parungkuda untuk dilakukan pemeriksaan teknis lebih lanjut.

Imbauan Keselamatan yang Tak Boleh Diabaikan

Kapolres Sukabumi, AKBP Ribut Hariyanto, melalui Kasat Lantas AKP Dedi Setiawan, mengingatkan masyarakat untuk selalu memprioritaskan keselamatan saat berkendara.

“Jangan memaksakan menyalip jika kondisi jalan tidak memungkinkan. Perhatikan jarak aman, pastikan lajur lawan kosong, dan pastikan kendaraan besar di depan memberi ruang cukup,” tegasnya.

Ia juga mengimbau pengendara sepeda motor untuk tidak berada di titik buta atau blind spot kendaraan besar. “Truk dan bus memiliki area buta yang luas. Jika kita berada di samping atau tepat di belakangnya, sopir bisa saja tidak melihat kita,” tambahnya.

Kasus ini semakin menegaskan pentingnya etika dan kehati-hatian di jalan raya, terutama di ruas dengan karakteristik seperti Sundawenang yang kerap dilalui kendaraan berat.

Tag:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *