Beranda / Hukum & Kriminal / Polisi dan Petani Jombang Bersinergi, Pantau Kesehatan Tanaman Jagung di Pucangsimo

Polisi dan Petani Jombang Bersinergi, Pantau Kesehatan Tanaman Jagung di Pucangsimo

Polisi dan Petani Jombang Bersinergi, Pantau Kesehatan Tanaman Jagung di Pucangsimo

JOMBANG — Di tengah terik matahari yang menyengat, Aiptu Dwi Agus Hariyanto terlihat berjalan menyusuri pematang sawah di Desa Pucangsimo, Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Kabupaten Jombang, pada Minggu (26/7/2026). Sebagai Kanit Binmas Polsek Bandar Kedungmulyo, ia tidak sedang menjalankan patroli keamanan biasa, melainkan melakukan inspeksi langsung terhadap kondisi tanaman jagung milik warga setempat.

Kehadiran anggota Polri di lahan pertanian ini merupakan bagian dari program pendampingan sektor pertanian yang digulirkan Polresta Jombang. Program ini dirancang untuk memperkuat ketahanan pangan di tingkat akar rumput melalui sinergi antara aparat kepolisian dan kelompok tani. Fokus utama kegiatan adalah memastikan tanaman jagung, komoditas strategis yang menjadi tulang punggung ekonomi warga, tumbuh optimal hingga masa panen.

Jagung menempati posisi krusial dalam struktur perekonomian Desa Pucangsimo. Hampir seluruh kepala keluarga di desa ini bergantung pada hasil panen jagung, baik untuk konsumsi domestik maupun dijual ke pasar regional Jawa Timur. Kegagalan panen dapat berdampak signifikan terhadap stabilitas pendapatan warga, sehingga pemantauan berkala menjadi langkah preventif yang esensial.

Kondisi Tanaman Jagung Memuaskan, Petani Optimis Panen Melimpah

Berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan, Aiptu Dwi Agus melaporkan bahwa kondisi tanaman jagung di Desa Pucangsimo berada dalam status sehat dan terawat dengan baik. Tidak ditemukan tanda-tanda serangan hama signifikan atau gejala kekurangan nutrisi yang dapat menghambat pertumbuhan.

“Hasil pantauan hari ini sangat menggembirakan. Tanaman jagung tumbuh sehat dan terawat, menandakan kerja keras para petani kita yang luar biasa,” tutur Aiptu Dwi Agus Hariyanto di sela-sela kegiatan inspeksi.

Optimisme serupa disampaikan oleh beberapa petani yang ditemui di lokasi. Mereka menyatakan bahwa musim tanam kali ini berjalan lebih lancar dibandingkan periode sebelumnya, berkat dukungan cuaca yang relatif stabil dan ketersediaan pupuk bersubsidi yang lebih terjamin.

Polisi Turun ke Sawah: Lebih dari Sekadar Patroli

Kegiatan yang dilakukan Aiptu Dwi Agus bukan sekadar kunjungan seremonial. Ia terlibat aktif dalam dialog dengan pemilik lahan, membahas berbagai aspek teknis budidaya jagung, mulai dari jadwal pemupukan, identifikasi dini potensi serangan hama, hingga strategi pasca-panen untuk memaksimalkan nilai jual.

Imbauan Kunci untuk Petani

Selama interaksi tersebut, Aiptu Dwi Agus menekankan dua hal pokok yang harus menjadi perhatian petani:

  • Pemupukan berkala sesuai dosis anjuran untuk menjaga kesuburan tanah dan produktivitas tanaman.
  • Pengendalian hama terpadu dengan memantau secara rutin dan menggunakan metode yang ramah lingkungan.

Pendekatan humanis ini mendapat sambutan positif dari warga. Salah seorang petani, yang enggan disebutkan namanya, mengaku merasa didukung dengan kehadiran polisi di tengah sawah. “Biasanya polisi kita lihat di jalan atau di kantor. Sekarang mereka ada di sini, tanaman kita. Rasanya seperti punya saudara sendiri yang mengingatkan,” ujarnya.

Kapolsek: Ini Wujud Nyata Polri Hadir untuk Rakyat

Kapolsek Bandar Kedungmulyo, Iptu Suraji, menegaskan bahwa program pendampingan pertanian ini merupakan implementasi konkret dari filosofi Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Menurutnya, menjaga ketahanan pangan adalah bagian integral dari menjaga keamanan nasional.

“Kami ingin petani merasa didukung. Sinergi ini penting agar produksi pangan kita tidak hanya terjaga, tapi juga mampu mendongkrak taraf hidup petani di Jombang,” ungkap Iptu Suraji.

Iptu Suraji juga menjelaskan bahwa kegiatan serupa akan diperluas ke desa-desa lain di wilayah Kecamatan Bandar Kedungmulyo yang memiliki komoditas pertanian unggulan. Polsek berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan dinas pertanian setempat guna memberikan pendampingan yang komprehensif.

Mengapa Sinergi Polisi-Petani Penting untuk Ketahanan Pangan?

Langkah Polresta Jombang ini sejalan dengan arahan Kementerian Pertanian dan Polri Pusat yang mendorong setiap Polresta untuk memiliki program pendampingan sektor pangan. Data BPS menunjukkan bahwa Jawa Timur menyumbang sekitar 15 persen dari total produksi jagung nasional, dan Kabupaten Jombang merupakan salah satu sentra produksi utama di provinsi ini.

Dengan adanya pendampingan dari aparat kepolisian, diharapkan dapat tercipta ekosistem pertanian yang lebih aman dan produktif. Polisi dapat berperan dalam mengantisipasi gangguan keamanan seperti pencurian hasil panen, konflik lahan, maupun distribusi pupuk yang tidak merata. Di sisi lain, petani mendapat ruang untuk menyampaikan kendala langsung kepada aparat, sehingga solusi dapat dirumuskan secara kolaboratif.

Tag:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *