JAKARTA – Insiden sepeda motor yang terdampak ledakan ban truk kembali terjadi. Peristiwa ini bukan sekadar kecelakaan biasa, melainkan ancaman nyata yang mengintai pengendara setiap hari di jalan raya.
Data menunjukkan tekanan angin ban truk bisa mencapai 150-200 PSI (pound per square inch), jauh di atas ban bus yang rata-rata 120-130 PSI. Ledakan dengan tekanan setinggi itu berpotensi fatal bagi siapa pun yang berada di sekitar.
Maut dalam Hitungan Detik
Sony Susmana, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), menjelaskan posisi paling berbahaya adalah saat pengendara motor berada sejajar dengan roda belakang truk.
“Area ini merupakan titik buta (blind spot) dan tempat paling berisiko jika ban meletus,” kata Sony, Jumat (19/7/2026).
Bahayanya berlapis. Selain serpihan ban yang terlontar keras, suara ledakan mendadak bisa membuat pengendara kaget, refleks mengerem mendadak, atau membanting setang. Reaksi spontan ini justru meningkatkan risiko kehilangan kendali dan jatuh.
Menghindar Sebelum Terlambat
Sony menekankan tiga langkah kunci untuk mengurangi risiko:
- Jangan berkendara terlalu dekat atau sejajar dengan roda belakang truk
- Jaga kecepatan stabil saat berada di sekitar kendaraan besar
- Segera mendahului dengan aman jika kondisi jalan memungkinkan
“Menjaga jarak aman memberi ruang untuk menghindar apabila terjadi kondisi darurat,” tambahnya.
Tekanan Ban Truk Setara Ban Pembalap
Bambang Widjanarko, Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Jawa Tengah dan DIY, membeberkan angka yang mengkhawatirkan. Tekanan ban truk 150-200 PSI itu setara dengan tekanan ban kendaraan balap di sirkuit.
“Jika meledak, pasti berbahaya bagi orang yang berada di sekitarnya,” tegas Bambang.
Yang perlu diwaspadai, pecah ban adalah kejadian yang sulit diprediksi. Bukan hanya saat truk berjalan, ban bisa saja meledak ketika kendaraan sedang parkir di garasi.
Jalur Tol dan Arteri Jadi Zona Merah
Karena itu, pengendara motor diimbau ekstra waspada saat melaju di jalan tol dan jalur arteri dengan kecepatan tinggi. Di jalan-jalan ini, kombinasi kecepatan tinggi dan jarak dekat dengan truk menciptakan skenario paling berbahaya.
Langkah sederhana seperti tidak berlama-lama di posisi sejajar roda belakang, menjaga jarak, dan menyalip dengan hati-hati bisa menjadi pembeda antara selamat dan celaka.






