SAMPANG – Sebuah insiden kebakaran melanda kandang ternak sapi milik warga di Dusun Bangsal, Desa Gunung Eleh, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, pada Jumat (24/7/2026). Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 12.00 WIB ini mengakibatkan seekor sapi jantan jenis limusin hangus terpanggang, sementara tiga ekor lainnya berhasil diselamatkan.
Kronologi kejadian bermula ketika warga setempat sedang melaksanakan salat Jumat. Kepanikan muncul setelah terdengar pengumuman darurat melalui pengeras suara dari salah satu mushola yang meminta bantuan akibat kebakaran. Api dengan cepat melalap kandang sapi milik P. Sutimah (Mathari) dan membakar habis bangunan kandang beserta seekor sapi di dalamnya.
Proses pemadaman dilakukan secara gotong royong oleh warga. Awalnya para perempuan di kampung berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya, kemudian dilanjutkan dengan penggunaan water pump hingga api berhasil dikendalikan. Petugas pemadam kebakaran Kabupaten Sampang tiba di lokasi dan langsung mematikan sisa api yang masih mengeluarkan asap.
Kronologi Detik-detik Kebakaran Saat Warga Salat Jumat
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, kebakaran terjadi tepat ketika warga Dusun Bangsal tengah khusyuk melaksanakan ibadah salat Jumat. Sekitar pukul 12.00 WIB, suasana tenang tiba-tiba berubah menjadi kepanikan setelah terdengar teriakan minta tolong melalui pengeras suara mushola setempat yang mengabarkan adanya kebakaran.
Api diketahui pertama kali muncul di kandang sapi milik P. Sutimah atau yang akrab dipanggil Mathari. Dengan cepat, kobaran api membesar dan melahap seluruh bagian bangunan kandang yang sebagian besar terbuat dari bahan mudah terbakar. Seekor sapi jantan jenis limusin yang berada di dalam kandang tidak sempat diselamatkan dan akhirnya terpanggang oleh ganasnya api.
Beruntungnya, tiga ekor sapi lainnya yang berada di kandang yang sama berhasil dievakuasi oleh warga yang sigap. Para warga dengan cepat bertindak menyelamatkan ternak-ternak tersebut sebelum api semakin membesar dan tidak dapat dikendalikan.
Investigasi Polisi Ungkap Penyebab Kebakaran
Kapolsek Kedungdung IPTU Syafriwanto, S.H., M.H. mengatakan bahwa setelah menerima laporan, anggotanya langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara sekaligus memastikan penyebab kebakaran.
“Anggota kami bersama perangkat desa langsung melakukan pengecekan di lokasi kebakaran. Dari hasil pemeriksaan sementara, kebakaran diduga disebabkan oleh arus pendek listrik yang kemudian memicu api hingga membakar kandang sapi,” ujar IPTU Syafriwanto.
Berdasarkan hasil pemeriksaan di lokasi, polisi menyimpulkan bahwa korsleting instalasi listrik di area kandang menjadi pemicu utama kebakaran. Dugaan ini diperkuat setelah dilakukan pengecekan menyeluruh oleh anggota Polsek Kedungdung.
Aksi Heroik Warga Berhasil Selamatkan Tiga Ekor Sapi
Proses pemadaman api dilakukan secara swadaya oleh warga sekitar sebelum petugas pemadam kebakaran tiba. IPTU Syafriwanto menuturkan bahwa para perempuan di kampung lebih dahulu berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya untuk mencegah kobaran semakin meluas.
“Warga bergerak cepat melakukan pemadaman. Awalnya api dipadamkan menggunakan alat seadanya, kemudian dilanjutkan penyiraman menggunakan water pump (Sanyo) hingga api berhasil dipadamkan dan tidak merembet ke bangunan lain,” tambahnya.
Kecepatan dan kekompakan warga dalam merespons kejadian ini berhasil mencegah kebakaran meluas ke bangunan lain di sekitar lokasi. Ketika petugas pemadam kebakaran Kabupaten Sampang tiba, mereka langsung melakukan pendinginan pada sisa-sisa api yang masih mengeluarkan asap.
Kerugian Mencapai Puluhan Juta, Tidak Ada Korban Jiwa
Akibat peristiwa tersebut, korban mengalami kerugian material yang tidak sedikit. Bangunan kandang yang hangus terbakar serta kematian satu ekor sapi jantan jenis Madrasin menjadi kerugian utama. Nilai kerugian akibat sapi yang mati diperkirakan mencapai sekitar Rp15 juta, sedangkan total kerugian keseluruhan ditaksir mencapai Rp25 juta.
Meski mengalami kerugian materi yang cukup besar, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Hal ini menjadi berkah tersendiri di tengah musibah yang menimpa P. Sutimah dan keluarganya.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap kondisi instalasi listrik, khususnya pada bangunan kandang maupun gudang yang menggunakan jaringan listrik. Pemeriksaan rutin dan perawatan instalasi listrik menjadi langkah penting untuk mencegah terjadinya kebakaran serupa di kemudian hari.











