Beranda / Hukum & Kriminal / Kapal Nelayan Terbalik di Perairan Cilacap, 2 Nelayan Tewas dan 7 Diselamatkan

Kapal Nelayan Terbalik di Perairan Cilacap, 2 Nelayan Tewas dan 7 Diselamatkan

Kapal Nelayan Terbalik di Perairan Cilacap, 2 Nelayan Tewas dan 7 Diselamatkan

CILACAP – Insiden nahas menimpa kapal nelayan “Pendi Jaya” di perairan Teluk Penyu, Cilacap, pada Senin (27/7/2026). Kapal yang membawa sembilan awak tersebut terbalik setelah dihantam gelombang besar dari arah samping, memicu operasi evakuasi besar-besaran oleh Basarnas Cilacap bersama unsur SAR gabungan.

Dua nelayan dinyatakan meninggal dunia dalam insiden ini, sementara tujuh lainnya berhasil diselamatkan. Empat korban selamat dilarikan ke RSUD Cilacap untuk mendapatkan perawatan medis akibat luka-luka, sedangkan tiga lainnya diperbolehkan pulang setelah pemeriksaan awal.

Koordinator SAR gabungan, Fajar Adi Nugroho, menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban dan mengimbau seluruh nelayan untuk selalu memperhatikan kondisi cuaca serta kelengkapan alat keselamatan sebelum berlayar.

Dari Berangkat hingga Kapal Terbalik

Kapal Pendi Jaya berangkat melaut sekitar pukul 04.00 WIB dengan tujuan mencari ikan di perairan PLTU Karangkandri, Cilacap. Perjalanan berlangsung normal hingga siang hari. Saat kembali menuju Dermaga 3 Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap (PPSC) sekitar pukul 12.30 WIB, kapal tiba-tiba dihantam gelombang besar dari samping yang menyebabkan kapal terbalik seketika.

Para ABK berhasil bertahan dengan berpegangan pada bagian kapal yang masih terapung. Sekitar tiga jam kemudian, tepatnya pukul 15.30 WIB, kapal nelayan lain bernama “Putra Gesti” yang melintas menemukan para korban tengah meminta pertolongan di perairan Teluk Penyu. Awak Putra Gesti segera memberikan bantuan awal dan melaporkan kejadian ini ke Basarnas Cilacap.

Operasi Evakuasi Dramatis di Tengah Ombak

Basarnas Cilacap menerima laporan pada pukul 15.40 WIB dan langsung mengerahkan tim rescue ke lokasi. Setibanya di tempat kejadian, tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, Lanal Cilacap, Polairud, HNSI, PPSC, SAR Arnavat, serta nelayan dan warga setempat, segera melakukan proses evakuasi.

Operasi berjalan dalam kondisi laut yang masih bergelombang. Berkat koordinasi yang solid, seluruh sembilan ABK berhasil dievakuasi. Namun, dua di antaranya ditemukan telah meninggal dunia. Kedua korban meninggal kemudian dibawa ke RSUD Cilacap untuk penanganan lebih lanjut.

Duka dan Imbauan Keselamatan bagi Nelayan

Fajar Adi Nugroho menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh unsur SAR yang telah bersinergi dalam operasi penyelamatan ini. “Kami menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban meninggal dunia,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya keselamatan bagi para nelayan. “Kami menghimbau seluruh nelayan agar mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di laut, terutama memperhatikan kondisi cuaca dan kelengkapan alat keselamatan sebelum berlayar,” tutupnya.

Dengan telah dievakuasinya seluruh korban, operasi SAR dinyatakan ditutup. Insiden ini menjadi pengingat keras akan risiko yang dihadapi nelayan di laut dan pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu.

Tag:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *