JOMBANG – Sebuah insiden kebakaran hebat mengguncang kawasan industri di Kabupaten Jombang pada Jumat malam. Pabrik pakan ternak CV Jaya Terang Bersama yang berlokasi di Dusun Guwo, Desa Latsari, Kecamatan Mojowarno, menjadi saksi bisu bagaimana kobaran api dengan cepat melahap fasilitas produksi. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 19.50 WIB ini menimbulkan kepulan asap hitam pekat yang membumbung tinggi, memicu kepanikan di antara para pekerja yang tengah menjalankan aktivitas malam mereka.
Api yang berasal dari area mesin produksi di bagian belakang bangunan dengan cepat merambat ke berbagai sudut pabrik. Material mudah terbakar berupa tumpukan bonggol jagung dan hasil gilingan menjadi faktor yang memperparah situasi, membuat upaya pemadaman awal oleh para pekerja menggunakan APAR tidak membuahkan hasil. Kondisi memaksa mereka segera menghubungi petugas pemadam kebakaran untuk mencegah kerusakan yang lebih luas.
Beruntung, insiden ini tidak menelan korban jiwa maupun luka-luka. Seluruh pekerja berhasil menyelamatkan diri sebelum api menguasai bangunan. Namun, kerugian material yang ditimbulkan cukup signifikan, mengingat mesin produksi, panel listrik, dan persediaan bahan baku turut menjadi korban si merah.
Kronologi Mencekam Saat Api Mulai Membesar
Supriyono (63), teknisi listrik pabrik, menjadi salah satu saksi yang mengalami langsung detik-detik mencekam tersebut. Menurutnya, ia baru menyadari adanya kebakaran ketika api sudah membesar di bagian belakang bangunan. Tanpa pikir panjang, ia berusaha menyelamatkan barang-barang yang masih memungkinkan untuk dievakuasi.
“Awalnya saya nggak tahu persis. Yang saya tahu api sudah besar. Habis itu saya panik, ya keluarkan barang-barang,” ujarnya mengenang kepanikan saat itu.
Menurut kesaksian Supriyono, titik awal kebakaran terlihat dari sisi barat bangunan, tepatnya di sekitar area mesin produksi. Dalam waktu yang sangat singkat, api merambat ke berbagai penjuru bangunan karena tersedianya bahan mudah terbakar di sekelilingnya.
Material Mudah Terbakar Hambat Upaya Pemadaman
Kondisi pabrik yang dipenuhi dengan bahan baku pakan ternak menjadi tantangan tersendiri bagi upaya pemadaman. Janggel atau bonggol jagung beserta hasil gilingan yang digunakan sebagai bahan baku ternyata memiliki sifat mudah terbakar dan mampu menyimpan bara api dalam waktu lama.
“Yang terbakar mesin-mesin, panel listrik, sama bahan-bahan di belakang, termasuk janggel dan hasil gilingan,” ungkap Supriyono menjelaskan kerusakan yang ditimbulkan.
Sebelum petugas damkar tiba di lokasi, para pekerja sebenarnya telah berupaya memadamkan api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR). Namun, upaya tersebut tidak mampu membendung laju api yang terus membesar, sehingga mereka segera menghubungi pihak pemadam kebakaran profesional.
Enam Unit Damkar Dikerahkan Atasi Kobaran Api
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Jombang, Wiku Birawa Felipe Diaz Quintas, menjelaskan bahwa laporan kebakaran diterima petugas sekitar pukul 19.50 WIB. Tim dari Pos Damkar Ngoro merupakan unit pertama yang menuju lokasi. Namun, melihat intensitas api yang terus membesar, petugas segera meminta bantuan tambahan dari Pos Damkar Mojoagung dan Pos Damkar Jombang.
“Damkar menerjunkan tiga pumper truck dan tiga suplai, jadi total enam unit. Ada kesulitan pemadaman karena bahan mudah terbakar yakni tumpukan bonggol (janggel) jagung,” ujar Wiku menjelaskan tantangan di lapangan.
Belasan personel gabungan diterjunkan dalam operasi pemadaman ini. Fokus utama petugas tidak hanya menjinakkan kobaran api, tetapi juga mencegah kebakaran merembet ke bangunan maupun lahan di sekitar pabrik.
Proses Pendinginan Berlangsung Hingga Larut Malam
Proses pemadaman berlangsung cukup alot akibat karakteristik bahan baku yang mudah terbakar. Tumpukan bonggol jagung yang menjadi material produksi ternyata menyimpan bara api dalam waktu lama, sehingga petugas harus bekerja ekstra keras memastikan api benar-benar padam.
Hingga sekitar pukul 22.30 WIB, petugas masih melakukan proses pendinginan di sejumlah titik yang berpotensi memunculkan api kembali. Langkah ini penting untuk mencegah terbakarnya kembali material yang masih menyimpan panas dalam.
Penyebab Kebakaran Masih Dalam Penyelidikan
Hingga berita ini diturunkan, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran tersebut. Proses investigasi dilakukan untuk mengungkap apakah ada faktor kelalaian, korsleting listrik, atau penyebab lainnya yang memicu insiden ini.
Para pihak berwenang mengimbau kepada seluruh pelaku industri untuk meningkatkan kewaspadaan dan memastikan standar keselamatan kebakaran diterapkan secara ketat di lingkungan kerja masing-masing. Insiden ini menjadi pengingat pentingnya protokol keselamatan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bahaya kebakaran di kawasan industri.











