<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>retribusi daerah &#8211; Berbagi Informasi Yang Sehat</title>
	<atom:link href="https://berbagisehat.com/tag/retribusi-daerah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://berbagisehat.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Mon, 20 Jul 2026 09:22:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://berbagisehat.com/wp-content/uploads/2026/07/Berbagi-150x150.png</url>
	<title>retribusi daerah &#8211; Berbagi Informasi Yang Sehat</title>
	<link>https://berbagisehat.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Klarifikasi DPUTR Pati: Retribusi Lahan Aset Daerah, Bukan Pajak Warung</title>
		<link>https://berbagisehat.com/klarifikasi-dputr-pati-retribusi-lahan-aset-daerah-bukan-pajak-warung/</link>
					<comments>https://berbagisehat.com/klarifikasi-dputr-pati-retribusi-lahan-aset-daerah-bukan-pajak-warung/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Gunawan Arifin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Jul 2026 09:22:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Politik & Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[dputr pati]]></category>
		<category><![CDATA[pati]]></category>
		<category><![CDATA[retribusi daerah]]></category>
		<category><![CDATA[widyotomo kusdiyanto]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://berbagisehat.com/?p=613</guid>

					<description><![CDATA[PATI – Isu yang beredar di media sosial terkait dugaan penarikan pajak warung oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati akhirnya mendapat penjelasan resmi. Pihak dinas menegaskan bahwa pungutan tersebut merupakan retribusi pemanfaatan aset daerah, bukan pajak warung sebagaimana diberitakan. Retribusi untuk Izin Pakai Tanah Lambiran di Kawasan Irigasi Pelaksana Tugas (Plt)]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>PATI</strong> – Isu yang beredar di media sosial terkait dugaan penarikan pajak warung oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati akhirnya mendapat penjelasan resmi. Pihak dinas menegaskan bahwa pungutan tersebut merupakan retribusi pemanfaatan aset daerah, bukan pajak warung sebagaimana diberitakan.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Retribusi untuk Izin Pakai Tanah Lambiran di Kawasan Irigasi</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris DPUTR Kabupaten Pati, Widyotomo Kusdiyanto, menjelaskan bahwa retribusi dikenakan karena pemilik warung mengajukan permohonan penggunaan tanah lambiran yang merupakan aset Pemerintah Kabupaten Pati di kawasan Daerah Irigasi (DI) Cabean, Desa Kebolampang, Kecamatan Winong.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Pemanfaatan lahan tersebut merupakan penggunaan aset milik pemerintah daerah, sehingga harus mengikuti ketentuan yang berlaku. Jadi, ini bukan pajak warung, melainkan retribusi pemanfaatan aset daerah,&#8221; ujar Widyotomo, Jumat (17/7/2026).</p>



<h2 class="wp-block-heading">Dasar Hukum dan Besaran Retribusi yang Dikenakan</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Pati Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, besaran retribusi ditetapkan sebesar <strong>Rp10.000 per meter persegi per tahun</strong>. Dengan luas lahan yang dimanfaatkan sekitar 28 meter persegi, maka retribusi yang dikenakan adalah <strong>Rp280.000 per tahun</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Karena izin pemanfaatan diberikan untuk jangka waktu tiga tahun, total retribusi yang harus dibayarkan mencapai <strong>Rp840.000</strong>, berlaku mulai 13 Juli 2026 hingga 13 Juli 2029.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Bantahan Tegas Soal Ancaman Pembongkaran</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Widyotomo juga membantah kabar yang menyebut petugas mengancam akan membongkar warung apabila retribusi tidak dibayarkan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Berdasarkan laporan petugas di lapangan, proses penyampaian retribusi telah dikomunikasikan dengan baik kepada pemilik warung. Yang bersangkutan juga menyatakan kesediaannya untuk melunasi kewajiban tersebut. Tidak ada ancaman pembongkaran seperti yang beredar,&#8221; tegasnya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Cek Informasi ke Sumber Resmi Sebelum Percaya</h2>



<p class="wp-block-paragraph">DPUTR Kabupaten Pati mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi, terutama yang beredar di media sosial. Masyarakat diminta mengedepankan klarifikasi dari instansi terkait agar tidak terjadi kesalahpahaman.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kasus ini menjadi pengingat pentingnya literasi digital dan verifikasi informasi sebelum menyebarkannya, terlebih ketika menyangkut kebijakan publik yang berdampak langsung pada masyarakat kecil.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://berbagisehat.com/klarifikasi-dputr-pati-retribusi-lahan-aset-daerah-bukan-pajak-warung/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
